Minggu, 20 Mei 2012

Simbol Tanda Tanya Bermula Dari Suriah


Tanda tanya adalah simbol atau tanda baca yang termasuk populer. Ribuan atau bahkan jutaan kali simbol ini digunakan setiap hari oleh penduduk dunia. Banyak sekali tujuan di balik penggunaan tanda tanya, mulai dari tujuan sangat serius hingga main-main. Simbol ini juga menjadi salah satu tanda yang digunakan untuk mengekspresikan kebingungan.

Di pertengahan tahun 2011, muncul film yang berjudul ‘Tanda Tanya’. Paling tidak ini menunjukkan bahwa tanda tanya memiliki makna yang sangat simbolik dan penting. Dalam naskah-naskah akademik, simbol ini juga digunakan untuk melengkapi pertanyaan-pertanyaan penelitian. Bisa dibayangkan, jika simbol ini tidak ada, pertanyaan akan sulit diungkapkan.

Meski bentuknya sangat sederhana, ternyata tanda tanya sudah menjadi bahan penelitian yang penting. Ahli manuskrip dari Universitas Cambridge, Dr Chip Coakley, perlu upaya sendiri untuk memecahkan berbagai pertanyaan di balik hadirnya simbol tanda tanya. Lewat langkah-langkah arkeologis, dia menemukan manuskrip yang menjelaskan asal mula tanda tanya.

Menurut manuskrip yang ditemukannya, seperti termuat di situs physorg.com, simbol tanda tanya itu pertama dikenal bangsa Suriah. Tanda tanya ditemukan dalam manuskrip Injil bangsa Suriah yang ditulis sekitar abad kelima. Tapi, apakah tanda tanya yang ditemukan dalam manuskrip tersebut sudah berbentuk garis melengkung seperti yang kita kenal sekarang ini?

Ternyata tidak. Tanda tanya yang ditemukan dalam manuskrip itu berupa dua titik yang diletakkan atas-bawah. Menurut Coakley, dalam tata bahasa Suriah kuno, tanda baca itu disebut zawya elaya. Meski sudah mengenal tanda tanya, saat itu mereka belum mengenal kata tanya. Akibatnya, dalam bahasa lisan, intonasi menjadi sangat penting untuk membedakan kalimat tanya dari kalimat lainnya.

Selain itu, posisi penempatan tanda tanya di zaman itu juga berbeda dari zaman sekarang. Menurut Coakley, dalam manuskrip yang ditemukannya terlihat bahwa tanda tanya berupa titik dua itu ditempatkan di awal kalimat. Sementara tanda tanya yang kita kenal saat ini diletakkan di akhir kalimat tanya.

Seiring perkembangan waktu, tanda tanya berupa titik dua kalah populer dengan tanda tanya latin berupa garis lengkung vertikal dan di bawahnya diberi titik. Tanda tanya Latin dan Yunani ini baru berkembang pada masa kemudian. Menurut analisis Coakley, simbol tanda tanya yang kita kenal saat ini baru mulai dikembangkan sekitar abad kedelapan.

Perjalanan simbol tanda tanya latin dan tanda tanya Suriah, diperkirakan berkembang secara terpisah. Sedangkan tanda tanya yang berkembang di Arab dan Hebrew mirip dengan simbol tanda tanya Suriah. Simbol tanda tanya di Armenia juga masih sama dengan Suriah. Namun, di Armenia, tanda tanya baru dikenal jauh setelah bangsa Suriah mengenalnya.

Dari berbagai analisis tersebut, Coakley kemudian menyimpulkan bahwa sebenarnya simbol tanda tanya, untuk pertama kalinya ditemukan oleh bangsa Suriah. Setelah itu, barulah bangsa-bangsa lain mengenal dan mengembangkannya.

Ditulis Oleh : Bayu Andika // 18.55
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

Alangkah baiknya bila Anda memberi Komentar di Blog Saya, agar saya mengetahuai apa yang harus Saya perbaiki di Blog saya. Terima Kasih :)